Resep Papeda Kuah Kuning - Makanan Asli Papua

Papeda Kuah Kuning

Papeda adalah makanan khas yang berasal dari Maluku dan Papua. Terbuat dari sagu, papeda biasanya disajikan dalam bentuk bubur putih yang memiliki tekstur lengket seperti lem. Rasanya yang tawar memberikan kesan sederhana namun lezat bagi para penikmatnya. Papeda sering disandingkan dengan ikan tongkol atau mubara yang telah dibumbui dengan kunyit, memberikan tambahan cita rasa yang khas. 

{getToc} $title={Table of Contents}

Meskipun sederhana dalam rasa, papeda memiliki nilai gizi yang cukup penting. Makanan ini kaya akan serat yang bermanfaat untuk pencernaan dan menjaga kesehatan usus. Serat juga membantu mengatur kadar gula dalam darah dan menjaga kesehatan jantung. 

Selain itu, papeda rendah kolesterol sehingga cocok bagi mereka yang menjalani pola makan sehat. Papeda juga mengandung nutrisi yang cukup penting untuk tubuh. Sagu, sebagai bahan utama papeda, mengandung karbohidrat yang memberikan energi yang dibutuhkan oleh tubuh. Selain itu, papeda juga mengandung sedikit lemak, protein, dan beberapa mineral seperti kalsium dan zat besi yang penting untuk pertumbuhan dan perkembangan tubuh. 

Kelezatan papeda tidak hanya terletak pada cita rasanya, tetapi juga pada proses penyajiannya. Tradisionalnya, papeda disajikan dengan cara mengaduk-aduknya menggunakan kayu khusus yang disebut "muko-muko". Proses pengadukan ini memberikan kelembutan dan kekenyalan pada tekstur papeda yang membuatnya semakin nikmat.

Papeda umumnya disantap dengan cara yang khas dan tradisional. Biasanya, papeda dihidangkan dalam piring atau mangkuk yang dangkal. Kemudian, papeda dapat diaduk-aduk menggunakan sendok kayu khusus yang disebut "muko-muko" untuk memberikan tekstur yang lembut dan kenyal. 

Untuk menikmati papeda secara tradisional, papeda biasanya disandingkan dengan ikan tongkol atau mubara yang telah dibumbui dengan kunyit. Ikan ini dapat digoreng atau dikukus terlebih dahulu sebelum disajikan bersama papeda. Ikan tongkol atau mubara memberikan tambahan cita rasa yang kaya dan lezat saat dimakan bersama papeda. 

Selain itu, papeda juga sering disajikan dengan pelengkap seperti sambal dabu-dabu atau sambal roa. Sambal-sambal pedas ini memberikan rasa yang menyegarkan dan pedas yang pas untuk menemani kelezatan papeda. Beberapa tambahan lain yang dapat disajikan bersama papeda adalah ikan bakar, ayam suwir, atau sayuran rebus sesuai selera.

Bahan Papeda:

  • 100 gr tepung sagu 
  • 1 sdt gula pasir 
  • 1 sdt garam 
  • 1 liter air

Bahan Ikan Kuah Kuning:

  • 600 ml air putih yang segar
  • 500 gr ikan tongkol yang telah dibersihkan, direndam dalam air jeruk dan garam
  • 6 buah cabe rawit untuk memberi sensasi pedas
  • 5 batang daun kemangi 
  • 3 lembar daun salam
  • 3 sdm minyak goreng untuk menumis
  • 1 buah jeruk nipis
  • 1 batang serai yang telah digeprek

Bumbu ikan buat kuah kuning (dihaluskan):

  • 5 cm kunyit 
  • 5 buah Kemiri 
  • 5 buah bawang merah 
  • 3 siung bawang putih 
  • 2 cm jahe 
  • 1 sdm gula pasir putih 
  • 1 sdm penyedap rasa 
  • 1 sdm garam

Cara Membuat Papeda:

  1. Panaskan air sampai mencapai titik didih.
  2. Campurkan tepung sagu, gula pasir, dan garam.
  3. Aduk adonan secara merata hingga tepung sagu larut dan encer. Tunggu hingga matang.
  4. Adonan dianggap telah menjadi Papeda ketika warnanya menjadi lebih jernih dan putih.

Cara Membuat Ikan Kuah Kuning:

  1. Tumis bumbu yang sudah dihaluskan hingga harum. 
  2. Campurkan daun salam dan serai, aduk secara merata.
  3. Siram tumisan dengan air dan tunggu hingga mendidih.
  4. Masukkan ikan, cabai rawit, gula pasir, penyedap rasa, dan garam. Aduk dengan merata.
  5. Setelah ikan matang, tambahkan air perasan jeruk dan daun kemangi, aduk sebentar lalu angkat.

 Papeda akan lebih nikmat jika dimakan selagi hangat dengan kuah ikan kuning yang juga masih hangat. Yang bikin papeda enak banget adalah kuah ikannya. Cara makannya juga seru, yaitu papeda dicubit pakai alat mirip sumpit kayu, lalu dipindahin ke piring yang udah ada kuah kuningnya dan disedot dari piringnya tanpa putus, pasti asyik dan ketagihan deh makan makanan khas ambon yang satu ini.

Lebih baru Lebih lama