Resep Soto Betawi Rendah Lemak Dengan Kuah Susu

soto betawi kuah susu


   Salah satu kuliner khas Betawi yang sangat nikmat adalah soto Betawi. Kuahnya yang berwarna putih gurih berasal dari santan yang dimasak dengan bumbu-bumbu rempah yang harum dan meresap. Di dalamnya terdapat potongan-potongan daging sapi atau jeroan sapi yang empuk dan lembut karena direbus dengan lama hingga bumbunya menyerap ke dalam daging. 

{getToc} $title={Table of Contents}

Untuk menambah kenikmatan, soto Betawi disajikan dengan kentang goreng yang renyah dan emping melinjo yang garing. Rasanya semakin mantap jika disantap bersama nasi hangat, sambal pedas dan acar timun yang menyegarkan. Yang membuat soto Betawi ini istimewa adalah bumbunya yang kaya rasa dan santannya yang agak kental.  Hmm, enak sekali!

Namun, bagi kamu yang sedang menjalani program diet, mungkin kamu harus berhati-hati untuk mengonsumsi soto Betawi ini terlalu sering. Kombinasi dari daging, jeroan dan santan yang mengandung lemak tinggi bisa membuat kamu khawatir akan kesehatan kamu. 

Tapi jangan khawatir, aku punya beberapa tips untuk membuat soto Betawi ini lebih sehat dan rendah lemak. kamu bisa mengganti daging sapi dengan daging sapi tanpa lemak dan menghindari penggunaan jeroan sama sekali. Selain itu, kamu juga bisa mengganti santan dengan susu cair rendah lemak. Dengan begitu, kamu bisa menikmati soto Betawi tanpa rasa bersalah. Tentu saja, rasa soto Betawi ini tetap lezat asal kamu menggunakan gula dan garam dengan takaran yang tepat. Berikut adalah resepnya ya.

Bahan:

  • 1 kg gram daging sapi, pilih yang segar dan tanpa lemak. 
  • 1/2 liter kaldu sisa dari rebusan daging 
  • 1 1/2 liter susu cair yang rendah lemak 
  • 3 batang daun bawang, iris tipis-tipis 
  • 2 batang daun seledri, iris halus-halus 
  • 4 lembar daun salam 
  • 4 lembar daun jeruk 
  • 5 butir cengkeh 
  • 2 butir kapulaga 
  • 2 batang serai, geprek sedikit 
  • 2 batang kayu manis 
  • 2 ruas lengkuas geprek sedikit 
  • 1 1/2 sendok teh kaldu bubuk instan rasa sapi 
  • 2 sendok makan gula pasir 
  • 2 sendok teh garam, sesuaikan selera 
  • 1 sendok makan minyak untuk menumis

Bumbu halus:

  • 5 butir bawang merah 
  • 4 butir bawang putih 
  • 5 butir kemiri, panggang sebentar 
  • 1 sendok teh merica butiran 
  • 1/2 sendok teh jintan 
  • 1 1/2 sendok teh ketumbar, panggang sebentar 
  • 1 ruas kencur 
  • 1 ruas jahe

Pelengkap:

  • Emping goreng 
  • 2 butir kentang, iris tipis dan goreng renyah 
  • irisan jeruk nipis 
  • irisan tomat segar 
  • kecap manis 
  • sambal cabai rawit 
  • acar mentimun, kalau ada 
  • bawang merah goreng

Cara membuat:

  1. Rebus daging bersama bawang putih halus dan jahe, selama 15 menit, lalu buang airnya. 
  2. Rebus lagi daging dengan tambah bawang putih halus dan jahe serta 500 ml air, sekitar 1 jam,
  3. biarkan hingga kaldu daging keluar. 
  4. Haluskan bumbu merah , lalu tumis dengan cengkeh, bunga pekak, kayu manis, serai, biji pala, kunyit yang sudah dihaluskan, dan daun jeruk sampai matang dan harum. 
  5. Setelah tumisan bumbu matang, masukin ke dalam rebusan daging. Biarkan sekitar 15 menit agar bumbu meresap ke dalam daging. 
  6. Angkat daging dari dalam rebusan. Setelah daging di angkat, tambahin susu cair ke dalam air rebusan. Aduk rata biar kuah nggak pecah lalu kasih gula, garam, dan lada, aduk rata. 
  7. Goreng daging di minyak panas, sebentar. Angkat dan tiriskan. 
  8. Potong-potong daging lalu taruh di mangkuk saji bareng kentang goreng, irisan tomat, daun bawang dan daun seledri lalu siram dengan kuah .
  9. Sajikan dengan pelengkapnya seperti bawang goreng, emping, irisan jeruk, sambal dan kecap manis plus nasi putih. Enjoy!

Catatan:
  1. Soto Betawi memang bahan utamanya adalah daging sapi dan jeroan sapi yang disajikan dengan kuah santan sehingga mengandung banyak lemak, menu diatas adalah versi resep yang rendah lemak.
  2. Daging sapi dapat diganti dengan ayam tetapi ayamnya digoreng terlebih dahulu, kemudian disuwir-suwir ke mangkuk dan lalu disiram oleh kuah. Jadi ayamnya dimasak secara terpisah. Buat kuahnya cair saja, jangan kental-kental, agar tidak seperti opor nantinya.

Lebih baru Lebih lama