Waspadai! Ini Akibat Buruk Makan Ayam Setiap Hari


    Ayam memang sumber protein yang populer. Namun tahukah kamu, makan ayam terlalu sering justru bisa berbahaya bagi tubuh? Yuk simak alasannya di sini!

Sebagai pecinta ayam, tentu saja aku sangat menyukai rasanya yang lezat dan bergizi. Ayam memang sumber protein hewani yang mudah didapatkan dan sering menjadi pilihan utama untuk hidangan sehari-hari.

Namun ternyata, terlalu sering makan ayam justru berpotensi memberikan efek negatif bagi tubuh lho. Sebagai pencinta ayam, aku rasa penting juga mengetahui dampak buruk kebiasaan makan ayam setiap hari.

Berikut 5 alasan utama mengapa kita tidak boleh makan ayam setiap hari, simak baik-baik ya!

{getToc} $title={Table of Contents}

1. Meningkatkan risiko penyakit jantung


    Ayam goreng yang sering dikonsumsi dapat meningkatkan kadar kolesterol jahat LDL dan trigliserida, juga menurunkan kolesterol baik HDL. Kondisi ini meningkatkan risiko aterosklerosis yang memicu serangan jantung dan stroke. 

Mengonsumsi ayam goreng setiap hari terbukti meningkatkan risiko kematian akibat penyakit kardiovaskular hingga 13%. Oleh karena itu, batasi konsumsi ayam goreng maksimal 2-3 kali dalam seminggu dan pilihlah ayam panggang tanpa kulit untuk mengurangi lemak jenuhnya.

2. Berisiko keracunan makanan

Ayam mentah atau matang tidak sempurna berisiko menularkan bakteri berbahaya seperti salmonella dan campylobacter yang dapat menyebabkan diare, demam, kram perut, dan dehidrasi pada tubuh.

Salmonella bahkan dapat menyebar dari usus ke aliran darah dan menginfeksi organ-organ tubuh lainnya. Kelompok rentan seperti balita, ibu hamil, dan lansia harus benar-benar menghindari ayam mentah atau setengah matang agar terhindar dari infeksi yang membahayakan ini.

3. Meningkatkan resistensi antibiotik 

Penggunaan antibiotik pada ayam potong dikhawatirkan dapat meningkatkan resistensi antibiotik pada manusia. Hal ini tentu sangat berbahaya ketika antibiotik tidak lagi memberikan efek saat kita sakit.

Untuk menghindari hal ini, pilihlah ayam organik yang dibesarkan tanpa antibiotika agar terhindar dari dampak resistensi antibiotik. Ayam konvensional sebaiknya dibatasi maksimal 2-3 kali seminggu.

4. Mengandung natrium berlebihan


Ayam olahan seperti ayam goreng cepat saji kerap mengandung natrium melebihi 2300 mg per sajian, melampaui batas harian yang disarankan. Natrium berlebih ini dapat meningkatkan risiko hipertensi atau tekanan darah tinggi yang memicu stroke dan serangan jantung.

Baca baik-baik label gizi makanan dan batasi asupan natrium maksimal 1500 mg per hari untuk kesehatan jantung. Hindari ayam goreng cepat saji yang tinggi natrium.

5. Memicu kenaikan berat badan

Kandungan protein hewani tinggi pada ayam memang baik untuk tubuh. Namun jika dikonsumsi berlebihan setiap hari tanpa aktifitas fisik cukup, dikhawatirkan dapat memicu kenaikan berat badan dan obesitas.

Untuk mengimbangi, konsumsilah protein nabati seperti kacang-kacangan, selingi dengan ikan dan daging merah, serta lakukan aktivitas fisik teratur agar tetap ideal berat badan meski sering makan ayam.

Nah, itu dia 5 alasan utama mengapa kita tidak boleh kebanyakan makan ayam setiap hari beserta solusinya. Semoga info ini bisa menjadi panduan bagi kita untuk tetap mengonsumsi ayam dengan bijak demi kesehatan tubuh, ya!

Jadi ingat, meskipun enak dan bergizi, terlalu sering makan ayam justru tidak baik bagi kesehatan. Tetap makan ayam tapi jangan berlebihan!

Lebih baru Lebih lama