Makan Telur Setiap Hari, Baik atau Buruk untuk Kesehatan?

Telur, si bundar ajaib berprotein tinggi yang bikin kita kepingin terus makan. Tapi, apakah baik makan telur setiap hari? Yuk kita bahas lebih lanjut manfaat dan efek samping mengonsumsi telur setiap hari!

Telur memang mengandung banyak protein hewani dan nutrisi penting bagi tubuh. Kandungan proteinnya yang lengkap dengan asam amino esensial sangat dibutuhkan untuk membangun dan memperbaiki sel-sel tubuh. Selain itu, telur juga mengandung vitamin, mineral, antioksidan, lemak sehat, dan kolin yang baik untuk mendukung fungsi otak dan metabolisme. 

Oleh karena itu, banyak orang yang mengonsumsi telur setiap hari sebagai sumber protein utama. Telur sangat praktis, mudah diolah menjadi beragam hidangan lezat, dan juga relatif terjangkau dibanding sumber protein hewani lainnya. Namun, apakah benar-benar aman dan baik mengonsumsi telur setiap hari dalam jumlah banyak?

{getToc} $title={Table of Contents}

1. Apakah Telur Tidak Sehat?

Sebagai pecinta telur, aku yakin telur itu sehat kok. Telur rendah kalori dan kaya nutrisi penting yang bagus buat tubuh seperti protein, lemak sehat, vitamin A, D, E, K, dan mineral seng, selenium, serta kolina. Nutrisi ini sangat dibutuhkan tubuh untuk metabolism, kekebalan, kesehatan mata, otak, dan fungsi organ lainnya. Penelitian terbaru bahkan menunjukkan manfaat telur bagi kesehatan tulang, otak, dan penglihatan. Telur juga baik untuk diet karena bikin kenyang lebih lama. 

Tapi, tetap aja ada risiko kesehatan kalau makan telur berlebihan tanpa memperhatikan takarannya. Misalnya, aku dengar orang dengan penyakit jantung atau diabetes disarankan membatasi konsumsi telur. Jadi intinya, telur itu sehat dan baik untuk tubuh, asalkan dikonsumsi secukupnya dan sesuai kebutuhan masing-masing.

2. Berapa Banyak Telur yang Terlalu Banyak? 

Nah, berapa sih takaran ideal telur per hari? Ukuran telur standar adalah 55-60 gram per butir. Telur omega-3 dan organik biasanya sedikit lebih besar. Selain jumlah butir, perlu diperhatikan ukuran porsi dalam gram untuk mengukur asupan protein dan lemaknya.

Menurut Asosiasi Jantung Amerika, maksimal satu butir telur per hari. Tapi menurut penelitian tahun 2018, makan sampai 12 telur per minggu masih aman selama mengikuti pola makan untuk diet. Jadi jumlah telur yang aman sangat relatif dan tergantung kondisi kesehatan masing-masing. Sebaiknya konsultasikan dengan dokter untuk menentukan porsi harian telur yang tepat, terutama bagi penderita penyakit jantung atau diabetes.

3. Efek Kebanyakan Makan Telur


Lalu apa efek sampingnya kalau kebanyakan makan telur? Berikut 5 efek buruk kelebihan konsumsi telur menurut yang aku baca.

  • Pertama, bisa mengonsumsi kolesterol berlebih karena satu telur saja sudah mengandung 190mg kolesterol, melebihi batas harian. Kolesterol tinggi ini bisa meningkatkan kadar kolesterol jahat LDL dalam darah yang berbahaya bagi kesehatan pembuluh darah dan jantung. 
  • Kedua, risiko penyakit jantung bisa meningkat, terutama jika makan 3-4 telur per hari. 
  • Ketiga, berat badan bisa naik kalau sarapan telur selalu ditambah makanan tinggi lemak dan kalori seperti sosis atau kentang goreng. 
  • Keempat, risiko diabetes juga bisa naik karena efek kelebihan protein telur. 
  • Kelima, makan telur bisa jadi pemicu makan makanan tidak sehat lainnya yang justru bikin naik kolesterol dan kalori. 
Untuk mengurangi efek negatif, bisa mengganti kuning telur dengan putih telur atau produk substitusi, serta memilih telur omega-3 kaya lemak sehat. Jadi intinya, makan telur secukupnya saja agar terhindar dari efek sampingnya.

4. Apakah Telur Bisa Bikin Bisulan?

Berdasarkan yang aku baca, sebenarnya tidak ada kaitan langsung antara makan telur dengan timbulnya bisul di wajah. Bisul disebabkan infeksi bakteri Staphylococcus aureus di kulit, bukan karena makanan tertentu. Namun beberapa hal berikut ini perlu diperhatikan:

- Protein tinggi dalam telur bisa memicu produksi berlebih minyak di kulit yang memicu bisul pada orang-orang tertentu. 

- Makan telur mentah berisiko terkena salmonella yang bisa menimbulkan infeksi dan peradangan kulit hingga bisul.

- Alergi telur, meski jarang, bisa memicu peradangan dan bisul di kulit. 

- Kebersihan dan cara mengolah telur juga penting untuk mencegah kontaminasi kuman penyebab bisul.

- Vitamin A dalam telur baik untuk kesehatan kulit dan mencegah jerawat. Disarankan selalu mencuci wajah setelah makan telur.

- Alergi telur bisa dicegah dengan menghindari pemberian telur pada bayi di bawah 1 tahun.

Jadi kesimpulannya, telur tidak langsung menyebabkan bisul. Yang penting adalah mengonsumsi telur dengan benar, bersih, dan menjaga kesehatan kulit. Menghindari makan berlebihan juga kuncinya.

Nah, begitu penjelasan lengkap soal baik buruknya makan telur setiap hari. Telur memang sumber protein sehat, tapi tetap harus dijaga porsinya agar terhindar dari efek sampingnya. Semoga artikel ini bisa jadi panduan bijak dalam mengonsumsi telur sehari-hari. Tetap sehat dan bijak dalam berdiet ya!

Lebih baru Lebih lama