Awas, Makan Anggur Berlebihan Bisa Berbahaya! Berapa Sih Batasnya?


    Siapa sih yang nggak suka anggur? Rasanya enak dan segar banget. Aku sendiri suka banget sama anggur, apalagi anggur merah. Menurutku rasanya manis, tapi nggak kemanisan. Anggur ini rendah kalori, hampir nggak ada lemak. Isinya kaya vitamin dan mineral yang penting, jadi bener-bener enak untuk dinikmati. Tumbuhnya di pohon anggur, warnanya berubah-ubah pas udah mateng. Dari hijau ke ungu, dan merah sampai item, bisa banget didapetin di mana aja di dunia. 

Semua varian anggur ini bergizi, meskipun ada mineral-mineral yang sedikit beda yang bantu kesehatan kamu. Misalnya, anggur merah yang aku suka kaya resveratrol yang bisa melindungi tubuh dari kanker, penyakit jantung, dan masalah kesehatan lainnya. Resveratrol juga berperan sebagai antioksidan yang melindungi sel-sel tubuh dari radikal bebas. 

{getToc} $title={Table of Contents}

Selain itu, anggur merah mengandung anthocyanins yang bermanfaat untuk menjaga kesehatan otak dan mencegah penurunan fungsi kognitif. Anthocyanins ini memberikan warna ungu kemerahan pada anggur merah.

Baik anggur hijau maupun merah bisa banget buat penurunan berat badan gara-gara kandungan protein dan seratnya. Serat pada anggur dapat membantu mengenyangkan sehingga mengurangi nafsu makan berlebihan. Sebagai seorang dietisien, aku sangat merekomendasiin buat masukin anggur ke dalam diet kamu supaya bisa nikmatin semua manfaat kesehatannya yang nggak terhitung banyaknya. 

Tapi meskipun anggur baik buat kesehatan, berlebihan makan buah favoritmu ini bisa lebih berbahaya daripada manfaatnya. Konsekuensi utama dari makan terlalu banyak anggur adalah ukurannya yang terlalu kecil. Karena kecil, kamu bisa makan buah ini seenaknya dan sampai lupa batas. Ini akan menambah kalori yang kamu konsumsi dan oleh karena itu bisa berdampak buruk pada kesehatanmu. 

Berdasarkan penelitian yang pernah aku baca, disarankan untuk memakan anggur setiap harinya tiga puluh hingga empat puluh buah saja, tetapi lebih dari itu bisa menyebabkan beberapa efek samping yang tidak bisa dihindari, seperti:

1. Diare atau konstipasi

Anggur tinggi kandungan gula alami dan konsumsi berlebihan makanan dengan kandungan gula tinggi bisa menyebabkan tinja yang encer atau diare. Selain itu, anggur kaya serat tak larut dan overdosis serat ini bisa mengganggu fungsi pencernaan yang dapat menyebabkan diare atau sebaliknya konstipasi. 

Konstipasi terjadi karena serat tak larut dari anggur menyerap air dalam usus besar, membuat tinja menjadi kering dan sulit dikeluarkan. Oleh karena itu, pastikan untuk minum cukup air putih setiap hari agar pencernaan tetap lancar.

Jadi jangan makan terlalu banyak anggur sekaligus, bisa menganggu sistem pencernaanmu. Batasi konsumsi anggur maksimal 40 buah per hari.

2. Nyeri perut

Berdasarkan pengalaman pasien yang pernah aku tangani, biji anggur yang tidak tercerna bisa menyebabkan nyeri perut yang serius dan dalam kasus yang parah, bisa menyebabkan radang usus buntu. 

Radang usus buntu ditandai dengan demam, mual, dan nyeri hebat di perut bagian bawah kanan. Keadaan ini memerlukan perawatan medis segera. Oleh karena itu, jika mengalami gejala tersebut setelah makan anggur, segera periksakan ke dokter.

Pasien juga mungkin mengalami iritasi usus, yaitu sindrom yang disebabkan oleh konsumsi berlebihan anggur yang membuat ketidaknyamanan di daerah perut. Jadi harus berhati-hati ya.

3. Penambahan berat badan

Makan terlalu banyak anggur dapat menyebabkan peningkatan berat badan yang signifikan. Meskipun anggur mengandung serat dan kalori yang lebih sedikit, tetapi memakannya sebagai camilan bisa merusak tujuan dietmu. 

Anggur mengandung fruktosa, sejenis gula alami yang apabila dikonsumsi berlebihan dapat meningkatkan kadar lemak tubuh dan berat badan. Selain itu, anggur tinggi gula alami dan jika tidak dikonsumsi dalam batas yang wajar, juga bisa menyebabkan lonjakan kadar glukosa darah.

Jadi selalu disarankan untuk mengonsumsi anggur atau makanan lain dalam jumlah sewajarnya agar bisa menikmati manfaat maksimalnya tanpa efek samping. Batasi maksimal 40 buah anggur per hari.

4. Alergi 

Berdasarkan data yang aku amati, makan terlalu banyak anggur bisa memicu alergi tertentu, meskipun fenomena ini jarang terjadi. Namun jika alergi terjadi, bisa menjadi masalah serius. 

Salah satu jenis alergi anggur disebut oral allergy syndrome, yang menyebabkan gatal-gatal di mulut setelah makan anggur. Selain itu, sebuah protein tertentu yang ada dalam anggur bertanggung jawab atas reaksi alergi sistemik. 

Gejalanya seperti bercak merah pada kulit, mata berair, atau sesak napas. Karena bisa mengancam jiwa, sangat penting untuk berhati-hati dan melakukan tes alergi jika mengalami gejala tersebut.

5. Gastritis

Aku sangat menyarankan untuk tidak pernah makan anggur dengan perut kosong. Terlalu banyak anggur bisa menyebabkan asam lambung dan mengganggu saluran pencernaan yang menyebabkan rasa sakit perut, sakit kepala, dan muntah. 

Kandungan asam salisilat dalam anggur bisa menyebabkan iritasi pada lambung. Asam lambung yang meningkat karena anggur juga bisa memicu gastritis atau radang pada lapisan lambung. Oleh karena itu, pastikan makan anggur setelah makan agar lambung terlindungi.

Jadi kesimpulannya, meskipun anggur bergizi tinggi, perlu diingat bahwa makan terlalu banyak anggur dapat membawa risiko bagi kesehatan. Konsumsi berlebihan dapat meningkatkan asupan gula, berpotensi menyebabkan gangguan pencernaan, peningkatan berat badan, dan meningkatkan risiko penyakit tertentu.

Sebagai dietisien, aku sangat menyarankan untuk menjaga keseimbangan dalam konsumsi anggur, memperhatikan asupan kalori secara keseluruhan, dan berkonsultasi dengan ahli gizi atau profesional kesehatan jika diperlukan. 

Batas konsumsi anggur yang aman adalah maksimal 40 buah per hari, dan pastikan untuk selalu mengonsumsinya setelah makan. Dengan begitu, kita dapat menikmati manfaat kesehatan anggur tanpa membahayakan tubuh kita. Semoga tips ini bermanfaat ya. Terima kasih sudah membaca tulisanku.

Lebih baru Lebih lama